Al-Kindi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Al-Kindi
Al-Kindi (يعقوب بن اسحاق الكندي) (lahir: 801 - wafat: 873), bisa dikatakan merupakan filsuf pertama yang lahir dari kalangan Islam. Semasa hidupnya, selain bisa berbahasa Arab, ia mahir berbahasa Yunani pula. Banyak karya-karya para filsuf Yunani diterjemahkannya dalam bahasa Arab; antara lain karya Aristoteles dan Plotinus. Sayangnya ada sebuah karya Plotinus yang diterjemahkannya sebagai karangan Aristoteles dan berjudulkan Teologi menurut Aristoteles, sehingga di kemudian hari ada sedikit kebingungan.
Al-Kindi berasal dari kalangan bangsawan, dari Irak. Ia berasal dari suku Kindah, hidup di Basra dan meninggal di Bagdad pada tahun 873. Ia merupakan seorang tokoh besar dari bangsa Arab yang menjadi pengikut Aristoteles, yang telah mempengaruhi konsep al Kindi dalam berbagai doktrin pemikiran dalam bidang sains dan psikologi.
Al Kindi menuliskan banyak karya dalam berbagai bidang, geometri, astronomi, astrologi, aritmatika, musik(yang dibangunnya dari berbagai prinip aritmatis), fisika, medis, psikologi, meteorologi, dan politik.
Ia membedakan antara intelek aktif dengan intelek pasif yang diaktualkan dari bentuk intelek itu sendiri. Argumen diskursif dan tindakan demonstratif ia anggap sebagai pengaruh dari intelek ketiga dan yang keempat. Dalam ontologi dia mencoba mengambil parameter dari kategori-kategori yang ada, yang ia kenalkan dalam lima bagian: zat(materi), bentuk, gerak, tempat, waktu, yang ia sebut sebagai substansi primer.
Al Kindi mengumpulkan berbagai karya filsafat secara ensiklopedis, yang kemudian diselesaikan oleh Ibnu Sina (Avicenna) seabad kemudian. Ia juga tokoh pertama yang berhadapan dengan berbagai aksi kejam dan penyiksaan yang dilancarkan oleh para bangsawan religius-ortodoks terhadap berbagai pemikiran yang dianggap bid'ah, dan dalam keadaan yang sedemikian tragis (terhadap para pemikir besar Islam) al Kindi dapat membebaskan diri dari upaya kejam para bangsawan ortodoks itu.
Minggu, 18 April 2010
Obat doping
Sydney, Kegiatan belajar bagi banyak siswa, mahasiswa atau karyawan mungkin terasa cukup sulit terutama mereka yang punya kemampuan otak di bawah rata-rata. Jika sudah begitu, mungkin perlu ada obat yang bisa membuat kecanduan belajar. Peneliti pun sudah merancangnya.
Dalam Journal of Medical Ethics, psikolog dari University of Sydney, Australia mengatakan bahwa obat doping belajar yang disebut 'nootropik' bisa saja dibuat dan didesain untuk membantu orang-orang yang punya masalah kognitif (pemahaman) dan juga meningkatkan performa akademis.
Namun obat itu masih menjadi kontroversi di kalangan peneliti karena dikhawatirkan dapat membahayakan fisik, mental, membuat pemakai kecanduan dan konsumsi yang tidak terkontrol. Peneliti mengkhawatirkan efek samping tersebut lebih besar daripada tujuan utama penggunaan obat itu sendiri.
Menurut survei, sepertiga pelajar di Amerika saat ini menggunakan obat-obatan penguat daya otak seperti Amphetamines dan Methylphenidates yang dikenal dengan nama dagang Dexedrine and Ritalin. Mereka percaya kemampuan akademisnya bisa meningkat dengan mengonsumsi obat tersebut.
Namun obat doping akademis yang rencananya dibuat oleh peneliti itu sebenarnya lebih ditujukan pada orang-orang yang memiliki gejala hiperaktif atau ADHD (Attention-Deficit Hyperactivity Disorder) dan juga orang-orang yang punya kebiasaan tidur yang berlebih (tidak terkontrol) agar mereka bisa lebih fokus belajar.
Obat yang mengandung modafinil dan dikenal dengan Progivil itu bisa meningkatkan memori, sama halnya dengan obat-obatan yang digunakan untuk membantu penderita penyakit Alzheimer, yaitu galantamine (Reminyl), piracetam (Nootropil) dan selegiline (Deprenyl).
"Kemungkinan membeli 'obat pintar' itu tidak hanya untuk penderita ADHD atau kelebihan tidur, tapi juga untuk para pelajar dengan kemampuan belajar di bawah standar," ujar Cakic, seorang peneliti yang mengembangkan obat tersebut seperti dilansir Health24, Jumat (2/10/2009).
Namun kemunculan obat dopping tersebut tetap saja perlu diwaspadai, mengingat obat dopping untuk olahraga juga tidak baik untuk kesehatan. Lagipula jika pemakaian obat tersebut tidak dibatasi, bisa-bisa pelajar bodoh bisa disulap menjadi pelajar jenius.
"Bisa muncul keganjilan dimana semua cum laude adalah hasil dari pemakaian obat modafinil, tapi di satu sisi para cum laude itu menderita gangguan mental akibat efek sampingnya yang berbahaya. Jadi perlu rekomendasi khusus untuk obat tersebut," ujar Cakic.
Dalam Journal of Medical Ethics, psikolog dari University of Sydney, Australia mengatakan bahwa obat doping belajar yang disebut 'nootropik' bisa saja dibuat dan didesain untuk membantu orang-orang yang punya masalah kognitif (pemahaman) dan juga meningkatkan performa akademis.
Namun obat itu masih menjadi kontroversi di kalangan peneliti karena dikhawatirkan dapat membahayakan fisik, mental, membuat pemakai kecanduan dan konsumsi yang tidak terkontrol. Peneliti mengkhawatirkan efek samping tersebut lebih besar daripada tujuan utama penggunaan obat itu sendiri.
Menurut survei, sepertiga pelajar di Amerika saat ini menggunakan obat-obatan penguat daya otak seperti Amphetamines dan Methylphenidates yang dikenal dengan nama dagang Dexedrine and Ritalin. Mereka percaya kemampuan akademisnya bisa meningkat dengan mengonsumsi obat tersebut.
Namun obat doping akademis yang rencananya dibuat oleh peneliti itu sebenarnya lebih ditujukan pada orang-orang yang memiliki gejala hiperaktif atau ADHD (Attention-Deficit Hyperactivity Disorder) dan juga orang-orang yang punya kebiasaan tidur yang berlebih (tidak terkontrol) agar mereka bisa lebih fokus belajar.
Obat yang mengandung modafinil dan dikenal dengan Progivil itu bisa meningkatkan memori, sama halnya dengan obat-obatan yang digunakan untuk membantu penderita penyakit Alzheimer, yaitu galantamine (Reminyl), piracetam (Nootropil) dan selegiline (Deprenyl).
"Kemungkinan membeli 'obat pintar' itu tidak hanya untuk penderita ADHD atau kelebihan tidur, tapi juga untuk para pelajar dengan kemampuan belajar di bawah standar," ujar Cakic, seorang peneliti yang mengembangkan obat tersebut seperti dilansir Health24, Jumat (2/10/2009).
Namun kemunculan obat dopping tersebut tetap saja perlu diwaspadai, mengingat obat dopping untuk olahraga juga tidak baik untuk kesehatan. Lagipula jika pemakaian obat tersebut tidak dibatasi, bisa-bisa pelajar bodoh bisa disulap menjadi pelajar jenius.
"Bisa muncul keganjilan dimana semua cum laude adalah hasil dari pemakaian obat modafinil, tapi di satu sisi para cum laude itu menderita gangguan mental akibat efek sampingnya yang berbahaya. Jadi perlu rekomendasi khusus untuk obat tersebut," ujar Cakic.
Resensi Buku
The Da Vinci Code
April 15, 2007 · Leave a Comment
Resensi Buku Oleh: Mula Harahap
The Da Vinci Code
Dan Brown
Penerbit Bentang, Yogyakarta 2006
ISBN: 979-335-80-7
Penerbit: Serambi, Jakarta.
632 halaman
Robert Langdon, profesor simbolisme agama dari Universitas Harvard diundang untuk memberikan ceramah di Paris. Pada malam Langdon memberikan ceramah, di Museum Louvre terjadi sebuah pembunuhan. Yang terbunuh adalah Jacques Sauniere, kurator museum tersebut. Bersamaan dengan Jacques Sauniere, maka di tempat yang berbeda di kota Paris terbunuh pula tiga orang lainnya.
Jacques Sauniere, bersama dengan ketiga orang lainnya itu, adalah orang-orang kunci atau pemegang rahasia dari Biarawan Sion. Rahasia yang dipegang oleh organisasi yang telah berumur hampir 1.000 tahun ini dianggap sebagai hal yang sangat krusial (bisa mengancam) eksistensi Gereja:
Yesus menikah dengan Maria Magdalena. Mandat untuk mendirikan gereja oleh Yesus ternyata diberikan kepada Maria Magdalena, bukan kepada Petrus. Ketika Yesus disalibkan, maka oleh para muridnya Maria Magdalena yang sedang hamil itu dilarikan ke Perancis. Diyakini
bahwa ia melahirkan anak dan keturunannya masih ada hingga sekarang! Kini tulang-belulang dan dokumen tentang dirinya–yang dikenal sebagai “holy grail” atau “sangreal”– tersimpan di sebuah tempat.
Dipercaya, bila dokumen tersebut dibeberkan, maka ia akan meruntuhkan doktrin yang telah dipertahankan selama 2000 tahun. Eksistensi Gereja Katolik bisa berantakan. Karena itu, banyak fihak yang ingin menguasai dokumen tersebut. Paling-tidak, acaman untuk membeberkan dokumen tersebut bisa dipakai sebagai alat untuk memeras Gereja Katolik.
Biarawan Sion juga bermaksud untuk membeberkan “kebenaran” itu, tapi mereka masih menunggu saat yang tepat. Entah kapan saat yang tepat itu, tidak ada satu pun yang mengetahuinya. Tapi sementara menunggu saat yang tepat itu, maka mereka mati-matian untuk menjaga dan mempertahankannya. Setiap saat, selama lebih dari seribu tahun ini, selalu ada empat orang yang memegang kunci atau petunjuk ke lokasi penyimpanan dokumen dan tulang-belulang Maria Magdalena itu. Bila satu dari empat orang kunci itu terbunuh dalam upayanya mempertahankan rahasia, maka Biarawan Sion akan menunjuk seorang baru sebagai pengganti.
Sebelum terbunuh, ternyata Jacques Sauniere telah menyadari bahwa tiga temannya sesama pemegang kunci telah lebih dahulu pula terbunuh. Didasari kekhawatiran akan terputusnya rantai rahasia ini, maka dalam keadaan sekarat, Jacques Sauniere mencoba berkomunikasi dengan bahasa simbol dan sandi kepada orang yang dianggapnya layak untuk menerima tongkat estafet rahasia, yaitu Robert Langdon dan Sophie Neveu, seorang ahli sandi di Kepolisian Perancis dan yang–ternyata pula–adalah cucu dari Jacques Saniere sendiri.
“Thriller” setebal 600 halaman ini jadi mengasyikkan karena ia melibatkan beberapa tokoh dengan ambisi masing-masing. Ada Kapten Bezu Fache dari “Polda” Metro Paris yang pada mulanya mencurigai Robert Langdon sebagai pelaku pembunuhan di Museum Louvre dan
ingin segera memebekuknya. Ada Uskup Aringarosa, pemimpin Opus Dei–sebuah organisasi militan di dalam tubuh Gereja Katolik–yang berambisi untuk menguasai dokumen tersebut dan memakainya sebagai senjata untuk memeras Vatikan dalam upaya mendapatkan kekuasaan yang lebih besar. Ada Silas “Si Albino”, seorang rahib anggota Opus Dei yang mau melakukan pembunuhan atas keempat orang kunci itu atas perintah “Sang Guru” yang tak pernah dikenalnya, dan yang motivasinya semata-mata adalah demi menjaga doktrin gereja yang
selama ini diyakininya. Akhirnya ada Sir Leigh Teabing (yang di akhir cerita terungkap sebagai “Sang Guru”), bangsawan Inggeris yang selama hidupnya mencurahkan waktu untuk menyelidiki rahasia besar itu dan ingin sekali agar rahasia itu terungkap, yang memakai Uskup
Aringarosa, Silas dan beberapa orang lainnya sebagai “pion”-nya.
“Thriller” atau cerita misteri ini menyangkut kisah yang terjadi dalam waktu satu hari. Karena itu plot cerita pun berjalan cepat. Ia terbagi dalam bab-bab yang pendek. (Seluruhnya ada 105 bab!) Tentu saja, pada awal cerita, sukar bagi kita untuk menebak siapa sebenarnya pelaku pembunuhan dan apa kaitan tokoh yang satu dengan yang lainnya. Melalui ke-105 bab inilah secara perlahan-lahan misteri terungkap.
“Thriller” ini menjadi menarik karena ia berbicara tentang simbol-simbol yang resmi dikenal dan diakui dalam sejarah agama. Ia juga menguraikan simbol-simbol yang banyak dibicarakan oleh para kritikus dalam sejarah senirupa Kristen. Tapi, tentu saja, yang membuatnya menjadi lebih menarik lagi ialah bahwa ia dibumbui oleh rujukan ke berbagai gossip, dongeng dan fantasi dari Abad Pertengahan.
Hal lain lagi yang membuat “thriller” ini menjadi sangat menarik adalah penguasaan pengarang akan sandi, anagram dan permainan angka-angka.
Sebelum mati, dengan memakai darahnya sebagai tinta, Jacques Sanuier menulis, “O, Draconian devil! Oh, lame saint!” Ternyata setelah memutar otak cukup keras, Robert Langdon berhasil menerjemahkannya sebagai, “Leonardo Da Vinci! The Mona Lisa”. Dan di balik
lukisan itulah ia menemukan sebuah kunci yang merupakan langkah awal menuju tempat penyimpanan dokumen. Setelah kunci ditemukan, ternyata persoalan belum selesai. Robert Langdon dan Sophie Neveu masih harus memecahkan lagi teka-teki yang mengantar mereka
ke sebuah deposit di Bank Zurich. Di tempat terakhir ini mereka memang menemukan sebuah kotak yang berisi tabung pualam. Tapi kembali mereka harus memecahkan teka-teki yang dibuat oleh Jacques Sauniere–salah seorang pemegang rahasia–agar bisa membuka tabung
tersebut. Dan setelah berhasil membuka tabung, lagi-lagi mereka menemukan secarik kertas dan teka-teki yang harus dipecahkan, “In London Lies A Knight A Pope Interred…”
Kejar-mengejar–diskusi memecahkan sandi (atau teka-teki dan permainan angka)–kejar-mengejar–diskusi mengenai sejarah agama (atau gosip dan dongeng)–kejar-mengejar–diskusi mengenai senirupa; itulah yang mengisi bab-bab yang pendek dan berjalan cepat dari buku ini.
Perjalanan cerita banyak sekali diisi dengan “permainan” simbol. Dan pengarang–yang diwakili oleh Robert Langdon, professor simbologi agama dari Universitas Harvard–mampu membuat kita terkagum-kagum dan nyaris mempercayai apa pun yang diuraikannya. Dengan enak ia menerangkan kepada kita makna di balik lukisan Monalisa atau Perjamuan Terakhir karya
Leonardo Da Vinci. Dan bualannya tentang kaitan buah apel sebagai simbol dosa, simbol perempuan dan simbol inspirasi dari teori gravitasi Isaac Newton; boleh jadi akan membuat kita manggut-manggut.
Banyak sekali anagram, teka-teki dan permainan kata yang dilakukan dalam bahasa Inggeris oleh para tokoh cerita. Hal ini agak mengherankan juga, karena–kecuali Robert Langdon–semua tokoh cerita adalah penutur dalam bahasa Perancis. Tapi sebagaimana lazimnya penulis fiksi, dengan enaknya Dan Brown–sang pengarang–”berkelit” bahwa bahasa Inggeris tidak serumpun dengan bahasa Latin. Karena itu ia biasa dipakai sebagai bahasa sandi. Alasan yang utama tentu saja adalah bahwa Dan Brown–sang pengarang–orang Amerika dan yang hanya bisa bertutur dalam bahasa Inggeris.
Begitulah, sebagaimana halnya sebuah cerita yang berpretensi “real”, maka–mau tak mau–pengarang harus pula menyelesaikan kisahnya dengan manis dan “masuk akal”. Sang pengarang–Dan Brown–tidak bermaksud menulis sebuah “science-fiction” Kristiani. Karena
itu, pencarian Robert Langdon harus diakhiri di sebuah katedral di Skotlandia. Akhirnya profesor simbologi agama-agama itu tak pernah mendapat jawaban pasti apakah di bawah katedral itu benar-benar terkubur tulang-belulang dan dokumen Maria Magdalena; atau
tidak.
Jawaban atas pencarian yang dilakukan oleh Robert Langdon pun harus diakhiri dengan simbol juga: Pedang atau lelaki atau Yesus (dalam simbol segitiga yang ujungnya menghadap ke bawah), dengan cawan atau perempuan atau Maria Magdalena (dalam simbol segitiga
yang ujungnya menghadap ke atas), menyatu dalam sebuah simbol baru yaitu “The Star of David”. Dan Robert Langdon yang tampangnya mirip Harrison Ford itu pun sepakat dengan Sophie Neveu yang bermata hijau seperti zaitun itu, untuk melakukan kencan selama seminggu di Florence, tanpa membahas museum, gereja, makam dan karya seni. Lagi-lagi sebuah simbol!).
Hal yang menjadi gara-gara di dalam “thriller” ini, yaitu apakah di bawah katedral di Skotlandia itu memang ada atau tidak tulang-belulang dan dokumen Maria Magdalena, ditutup dengan manis lewat dialog Robert Langdon dengan Marie Chauvel, kurator museum katedral di Skotlandia, yang ternyata–banyak sekali “ternyata” di dalam fiksi yang memukau ini– juga
adalah isteri dari Jacques Sauniere:
“Apakah Gereja memaksa suamimu untuk tidak membuka dokumen-dokumen Sangreal pada Hari Akhir?” tanya David Langdon.
“Ya, ampun. Tidak. Hari Akhir adalah legenda orang-orang yang berpikiran paranoid. Dalam dokumen Biarawan Sion tidak ada hari tertentu yang mengharuskan dibukanya Grail. Kenyataannya Biarawan Sion selalu menjaga sehingga Grail tidak akan pernah diungkap.”
“Tidak akan pernah?”
“Misterinya dan keanehan itulah yang bermanfaat bagi jiwa kita, bukan Grail itu sendiri,” kata Marie Chauval lebih jauh. “Bagi beberapa orang, Grail adalah cawan yang akan memberikan kehidupan abadi bagi mereka. Bagi yang lainnya, itu merupakan pencarian dokumen-dokumen yang hilang dan sejarah rahasia. Dan bagi kebanyakan orang, aku menduga Holy Grail hanya
merupakan gagasan mulia…harta yang megah dan tak dapat diraih yang memberikan inspirasi bagi kita walau di dunia yang penuh kekacauan ini.”
“Tetapi jika dokumen-dokumen Sangeral tetap tersembunyi, kisah tentang Maria Magdalena akan hilang selamanya,” kata Langdon.
“Betulkah? Lihat di sekitarmu. Kisahnya diceritakan melalui seni, musik dan buku-buku. Makin banyak setiap hari….” David Langdon puas.
Dan kita, yang selama membaca buku ini diliputi harap-harap cemas (ingin tahu bagaimana jadinya jalan cerita kalau rahasia Maria Magdalena itu diungkapkan) pun puas. Kita menyadari, bahwa yang baru kita baca itu hanyalah sebuah fiksi yang plotnya memukau dan
uraian-uraian persoalannya menggelitik fantasi. Ia bukan bukan sebuah karya teologi, sejarah
atau–apalagi–sebuah kitab suci yang baru. Karena itu pula, ia tidak perlu menggoncangkan iman. Dalam ziarah pemahaman kita, Da Vinci Code hanyalah sebuah interlude, buatan seorang pencerita yang kreatif dan piawai bernama Dan Brown[].
April 15, 2007 · Leave a Comment
Resensi Buku Oleh: Mula Harahap
The Da Vinci Code
Dan Brown
Penerbit Bentang, Yogyakarta 2006
ISBN: 979-335-80-7
Penerbit: Serambi, Jakarta.
632 halaman
Robert Langdon, profesor simbolisme agama dari Universitas Harvard diundang untuk memberikan ceramah di Paris. Pada malam Langdon memberikan ceramah, di Museum Louvre terjadi sebuah pembunuhan. Yang terbunuh adalah Jacques Sauniere, kurator museum tersebut. Bersamaan dengan Jacques Sauniere, maka di tempat yang berbeda di kota Paris terbunuh pula tiga orang lainnya.
Jacques Sauniere, bersama dengan ketiga orang lainnya itu, adalah orang-orang kunci atau pemegang rahasia dari Biarawan Sion. Rahasia yang dipegang oleh organisasi yang telah berumur hampir 1.000 tahun ini dianggap sebagai hal yang sangat krusial (bisa mengancam) eksistensi Gereja:
Yesus menikah dengan Maria Magdalena. Mandat untuk mendirikan gereja oleh Yesus ternyata diberikan kepada Maria Magdalena, bukan kepada Petrus. Ketika Yesus disalibkan, maka oleh para muridnya Maria Magdalena yang sedang hamil itu dilarikan ke Perancis. Diyakini
bahwa ia melahirkan anak dan keturunannya masih ada hingga sekarang! Kini tulang-belulang dan dokumen tentang dirinya–yang dikenal sebagai “holy grail” atau “sangreal”– tersimpan di sebuah tempat.
Dipercaya, bila dokumen tersebut dibeberkan, maka ia akan meruntuhkan doktrin yang telah dipertahankan selama 2000 tahun. Eksistensi Gereja Katolik bisa berantakan. Karena itu, banyak fihak yang ingin menguasai dokumen tersebut. Paling-tidak, acaman untuk membeberkan dokumen tersebut bisa dipakai sebagai alat untuk memeras Gereja Katolik.
Biarawan Sion juga bermaksud untuk membeberkan “kebenaran” itu, tapi mereka masih menunggu saat yang tepat. Entah kapan saat yang tepat itu, tidak ada satu pun yang mengetahuinya. Tapi sementara menunggu saat yang tepat itu, maka mereka mati-matian untuk menjaga dan mempertahankannya. Setiap saat, selama lebih dari seribu tahun ini, selalu ada empat orang yang memegang kunci atau petunjuk ke lokasi penyimpanan dokumen dan tulang-belulang Maria Magdalena itu. Bila satu dari empat orang kunci itu terbunuh dalam upayanya mempertahankan rahasia, maka Biarawan Sion akan menunjuk seorang baru sebagai pengganti.
Sebelum terbunuh, ternyata Jacques Sauniere telah menyadari bahwa tiga temannya sesama pemegang kunci telah lebih dahulu pula terbunuh. Didasari kekhawatiran akan terputusnya rantai rahasia ini, maka dalam keadaan sekarat, Jacques Sauniere mencoba berkomunikasi dengan bahasa simbol dan sandi kepada orang yang dianggapnya layak untuk menerima tongkat estafet rahasia, yaitu Robert Langdon dan Sophie Neveu, seorang ahli sandi di Kepolisian Perancis dan yang–ternyata pula–adalah cucu dari Jacques Saniere sendiri.
“Thriller” setebal 600 halaman ini jadi mengasyikkan karena ia melibatkan beberapa tokoh dengan ambisi masing-masing. Ada Kapten Bezu Fache dari “Polda” Metro Paris yang pada mulanya mencurigai Robert Langdon sebagai pelaku pembunuhan di Museum Louvre dan
ingin segera memebekuknya. Ada Uskup Aringarosa, pemimpin Opus Dei–sebuah organisasi militan di dalam tubuh Gereja Katolik–yang berambisi untuk menguasai dokumen tersebut dan memakainya sebagai senjata untuk memeras Vatikan dalam upaya mendapatkan kekuasaan yang lebih besar. Ada Silas “Si Albino”, seorang rahib anggota Opus Dei yang mau melakukan pembunuhan atas keempat orang kunci itu atas perintah “Sang Guru” yang tak pernah dikenalnya, dan yang motivasinya semata-mata adalah demi menjaga doktrin gereja yang
selama ini diyakininya. Akhirnya ada Sir Leigh Teabing (yang di akhir cerita terungkap sebagai “Sang Guru”), bangsawan Inggeris yang selama hidupnya mencurahkan waktu untuk menyelidiki rahasia besar itu dan ingin sekali agar rahasia itu terungkap, yang memakai Uskup
Aringarosa, Silas dan beberapa orang lainnya sebagai “pion”-nya.
“Thriller” atau cerita misteri ini menyangkut kisah yang terjadi dalam waktu satu hari. Karena itu plot cerita pun berjalan cepat. Ia terbagi dalam bab-bab yang pendek. (Seluruhnya ada 105 bab!) Tentu saja, pada awal cerita, sukar bagi kita untuk menebak siapa sebenarnya pelaku pembunuhan dan apa kaitan tokoh yang satu dengan yang lainnya. Melalui ke-105 bab inilah secara perlahan-lahan misteri terungkap.
“Thriller” ini menjadi menarik karena ia berbicara tentang simbol-simbol yang resmi dikenal dan diakui dalam sejarah agama. Ia juga menguraikan simbol-simbol yang banyak dibicarakan oleh para kritikus dalam sejarah senirupa Kristen. Tapi, tentu saja, yang membuatnya menjadi lebih menarik lagi ialah bahwa ia dibumbui oleh rujukan ke berbagai gossip, dongeng dan fantasi dari Abad Pertengahan.
Hal lain lagi yang membuat “thriller” ini menjadi sangat menarik adalah penguasaan pengarang akan sandi, anagram dan permainan angka-angka.
Sebelum mati, dengan memakai darahnya sebagai tinta, Jacques Sanuier menulis, “O, Draconian devil! Oh, lame saint!” Ternyata setelah memutar otak cukup keras, Robert Langdon berhasil menerjemahkannya sebagai, “Leonardo Da Vinci! The Mona Lisa”. Dan di balik
lukisan itulah ia menemukan sebuah kunci yang merupakan langkah awal menuju tempat penyimpanan dokumen. Setelah kunci ditemukan, ternyata persoalan belum selesai. Robert Langdon dan Sophie Neveu masih harus memecahkan lagi teka-teki yang mengantar mereka
ke sebuah deposit di Bank Zurich. Di tempat terakhir ini mereka memang menemukan sebuah kotak yang berisi tabung pualam. Tapi kembali mereka harus memecahkan teka-teki yang dibuat oleh Jacques Sauniere–salah seorang pemegang rahasia–agar bisa membuka tabung
tersebut. Dan setelah berhasil membuka tabung, lagi-lagi mereka menemukan secarik kertas dan teka-teki yang harus dipecahkan, “In London Lies A Knight A Pope Interred…”
Kejar-mengejar–diskusi memecahkan sandi (atau teka-teki dan permainan angka)–kejar-mengejar–diskusi mengenai sejarah agama (atau gosip dan dongeng)–kejar-mengejar–diskusi mengenai senirupa; itulah yang mengisi bab-bab yang pendek dan berjalan cepat dari buku ini.
Perjalanan cerita banyak sekali diisi dengan “permainan” simbol. Dan pengarang–yang diwakili oleh Robert Langdon, professor simbologi agama dari Universitas Harvard–mampu membuat kita terkagum-kagum dan nyaris mempercayai apa pun yang diuraikannya. Dengan enak ia menerangkan kepada kita makna di balik lukisan Monalisa atau Perjamuan Terakhir karya
Leonardo Da Vinci. Dan bualannya tentang kaitan buah apel sebagai simbol dosa, simbol perempuan dan simbol inspirasi dari teori gravitasi Isaac Newton; boleh jadi akan membuat kita manggut-manggut.
Banyak sekali anagram, teka-teki dan permainan kata yang dilakukan dalam bahasa Inggeris oleh para tokoh cerita. Hal ini agak mengherankan juga, karena–kecuali Robert Langdon–semua tokoh cerita adalah penutur dalam bahasa Perancis. Tapi sebagaimana lazimnya penulis fiksi, dengan enaknya Dan Brown–sang pengarang–”berkelit” bahwa bahasa Inggeris tidak serumpun dengan bahasa Latin. Karena itu ia biasa dipakai sebagai bahasa sandi. Alasan yang utama tentu saja adalah bahwa Dan Brown–sang pengarang–orang Amerika dan yang hanya bisa bertutur dalam bahasa Inggeris.
Begitulah, sebagaimana halnya sebuah cerita yang berpretensi “real”, maka–mau tak mau–pengarang harus pula menyelesaikan kisahnya dengan manis dan “masuk akal”. Sang pengarang–Dan Brown–tidak bermaksud menulis sebuah “science-fiction” Kristiani. Karena
itu, pencarian Robert Langdon harus diakhiri di sebuah katedral di Skotlandia. Akhirnya profesor simbologi agama-agama itu tak pernah mendapat jawaban pasti apakah di bawah katedral itu benar-benar terkubur tulang-belulang dan dokumen Maria Magdalena; atau
tidak.
Jawaban atas pencarian yang dilakukan oleh Robert Langdon pun harus diakhiri dengan simbol juga: Pedang atau lelaki atau Yesus (dalam simbol segitiga yang ujungnya menghadap ke bawah), dengan cawan atau perempuan atau Maria Magdalena (dalam simbol segitiga
yang ujungnya menghadap ke atas), menyatu dalam sebuah simbol baru yaitu “The Star of David”. Dan Robert Langdon yang tampangnya mirip Harrison Ford itu pun sepakat dengan Sophie Neveu yang bermata hijau seperti zaitun itu, untuk melakukan kencan selama seminggu di Florence, tanpa membahas museum, gereja, makam dan karya seni. Lagi-lagi sebuah simbol!).
Hal yang menjadi gara-gara di dalam “thriller” ini, yaitu apakah di bawah katedral di Skotlandia itu memang ada atau tidak tulang-belulang dan dokumen Maria Magdalena, ditutup dengan manis lewat dialog Robert Langdon dengan Marie Chauvel, kurator museum katedral di Skotlandia, yang ternyata–banyak sekali “ternyata” di dalam fiksi yang memukau ini– juga
adalah isteri dari Jacques Sauniere:
“Apakah Gereja memaksa suamimu untuk tidak membuka dokumen-dokumen Sangreal pada Hari Akhir?” tanya David Langdon.
“Ya, ampun. Tidak. Hari Akhir adalah legenda orang-orang yang berpikiran paranoid. Dalam dokumen Biarawan Sion tidak ada hari tertentu yang mengharuskan dibukanya Grail. Kenyataannya Biarawan Sion selalu menjaga sehingga Grail tidak akan pernah diungkap.”
“Tidak akan pernah?”
“Misterinya dan keanehan itulah yang bermanfaat bagi jiwa kita, bukan Grail itu sendiri,” kata Marie Chauval lebih jauh. “Bagi beberapa orang, Grail adalah cawan yang akan memberikan kehidupan abadi bagi mereka. Bagi yang lainnya, itu merupakan pencarian dokumen-dokumen yang hilang dan sejarah rahasia. Dan bagi kebanyakan orang, aku menduga Holy Grail hanya
merupakan gagasan mulia…harta yang megah dan tak dapat diraih yang memberikan inspirasi bagi kita walau di dunia yang penuh kekacauan ini.”
“Tetapi jika dokumen-dokumen Sangeral tetap tersembunyi, kisah tentang Maria Magdalena akan hilang selamanya,” kata Langdon.
“Betulkah? Lihat di sekitarmu. Kisahnya diceritakan melalui seni, musik dan buku-buku. Makin banyak setiap hari….” David Langdon puas.
Dan kita, yang selama membaca buku ini diliputi harap-harap cemas (ingin tahu bagaimana jadinya jalan cerita kalau rahasia Maria Magdalena itu diungkapkan) pun puas. Kita menyadari, bahwa yang baru kita baca itu hanyalah sebuah fiksi yang plotnya memukau dan
uraian-uraian persoalannya menggelitik fantasi. Ia bukan bukan sebuah karya teologi, sejarah
atau–apalagi–sebuah kitab suci yang baru. Karena itu pula, ia tidak perlu menggoncangkan iman. Dalam ziarah pemahaman kita, Da Vinci Code hanyalah sebuah interlude, buatan seorang pencerita yang kreatif dan piawai bernama Dan Brown[].
Iman Islam
Islam
Perkataan iman yang berarti 'membenarkan' itu disebutkan dalam al-Quran, di antaranya dalam Surah At-Taubah ayat 62 yang bermaksud: "Dia (Muhammad) itu membenarkan (mempercayai) kepada Allah dan membenarkan kepada para orang yang beriman." Iman itu ditujukan kepada Allah , kitab kitab dan Rasul. Iman itu ada dua Iman Hak dan Iman Batil.
Definisi Iman berdasarkan hadist merupakan tambatan hati yang diucapkan dan dilakukan merupakan satu kesatuan. Iman memiliki prinsip dasar segala isi hati, ucapan dan perbuatan sama dalam satu keyakinan, maka orang - orang beriman adalah mereka yang didalam hatinya, disetiap ucapannya dan segala tindakanya sama, maka orang beriman dapat juga disebut dengan orang yang jujur atau orang yang memiliki prinsip. atau juga pandangan dan sikap hidup.
Para imam dan ulama telah mendefinisikan istilah iman ini, antara lain, seperti diucapkan oleh Imam Ali bin Abi Talib: "Iman itu ucapan dengan lidah dan kepercayaan yang benar dengan hati dan perbuatan dengan anggota." Aisyah r.a. berkata: "Iman kepada Allah itu mengakui dengan lisan dan membenarkan dengan hati dan mengerjakan dengan anggota." Imam al-Ghazali menguraikan makna iman: "Pengakuan dengan lidah (lisan) membenarkan pengakuan itu dengan hati dan mengamalkannya dengan rukun-rukun (anggota-anggota)."
Perkataan iman yang berarti 'membenarkan' itu disebutkan dalam al-Quran, di antaranya dalam Surah At-Taubah ayat 62 yang bermaksud: "Dia (Muhammad) itu membenarkan (mempercayai) kepada Allah dan membenarkan kepada para orang yang beriman." Iman itu ditujukan kepada Allah , kitab kitab dan Rasul. Iman itu ada dua Iman Hak dan Iman Batil.
Definisi Iman berdasarkan hadist merupakan tambatan hati yang diucapkan dan dilakukan merupakan satu kesatuan. Iman memiliki prinsip dasar segala isi hati, ucapan dan perbuatan sama dalam satu keyakinan, maka orang - orang beriman adalah mereka yang didalam hatinya, disetiap ucapannya dan segala tindakanya sama, maka orang beriman dapat juga disebut dengan orang yang jujur atau orang yang memiliki prinsip. atau juga pandangan dan sikap hidup.
Para imam dan ulama telah mendefinisikan istilah iman ini, antara lain, seperti diucapkan oleh Imam Ali bin Abi Talib: "Iman itu ucapan dengan lidah dan kepercayaan yang benar dengan hati dan perbuatan dengan anggota." Aisyah r.a. berkata: "Iman kepada Allah itu mengakui dengan lisan dan membenarkan dengan hati dan mengerjakan dengan anggota." Imam al-Ghazali menguraikan makna iman: "Pengakuan dengan lidah (lisan) membenarkan pengakuan itu dengan hati dan mengamalkannya dengan rukun-rukun (anggota-anggota)."
Penyakit Wanita
1. Pusing dan nafas pendek
Gejala ini adalah pertanda ada sesuatu yang menghambat paru-paru. Gejala ini dikenal dengan Pulmonary Embolism (PE). Terhambatnya oksigen yang masuk ke dalam tubuh oleh zat asing seperti racun dalam rokok atau polusi menyebabkan aliran oksigen dalam darah berkurang.
Akibatnya paru-paru perlu bekerja ekstra keras untuk mendapatkan oksigen. Meskipun terlihat sepele, tapi kondisi ini ternyata telah membawa 60.000 orang di Amerika pada kematian. Orang gemuk berisiko lebih besar terkena PE. Jadi, hati-hati jika sudah ada gejala itu.
2. Sakit tenggorokan yang tidak kunjung sembuh
Waspada dengan gejala satu ini, karena bisa jadi itu pertanda serangan jantung. Perempuan dilaporkan lebih banyak mengalami gejala ini. Selain sakit tenggorokan, perasaan mual dan berkeringat pun biasa terjadi sebelum serangan jantung.
Sementara itu, gejala umum serangan jantung seperti nyeri dada dan lengan lebih banyak dialami pria. Berdasarkan American Heart Association, tiap tahunnya penyakit jantung membunuh 16.000 wanita Amerika di bawah 55 tahun sedangkan 40.000 lainnya harus masuk rumah sakit.
3. Vagina berdarah
Jika area kewanitaan Anda berdarah di luar masa menstruasi seharusnya, berarti ada masalah pada vagina. Menurut William Fuller, MD dari Department of Obstetrics and Gynecology Presbyterian/St. Lukes Medical Center, Denver, kemungkinannya bisa jadi posisi kandungan (jika sedang hamil) yang tidak benar, inflamasi (peradangan) leher rahim, bahkan kanker rahim. Sebaiknya periksakan ke dokter segera jika timbul bercak darah di celana dalam.
4. Gangguan perut
Ketika Anda sering mengalami diare, kejang-kejang atau dubur berdarah, jangan tunggu sampai sembuh dengan sendirinya. Gejala-gejala tersebut merupakan tanda penyakit Bowel Disease (penyakit perut). Jika sudah kronis, bisa menimbulkan kanker usus besar. Jika terus didiamkan, bisa jadi muncul kanker ovarium, yang awalnya ditandai dengan masalah pencernaan seperti susah mencerna, perut kembung atau konstipasi.
Gejala ini adalah pertanda ada sesuatu yang menghambat paru-paru. Gejala ini dikenal dengan Pulmonary Embolism (PE). Terhambatnya oksigen yang masuk ke dalam tubuh oleh zat asing seperti racun dalam rokok atau polusi menyebabkan aliran oksigen dalam darah berkurang.
Akibatnya paru-paru perlu bekerja ekstra keras untuk mendapatkan oksigen. Meskipun terlihat sepele, tapi kondisi ini ternyata telah membawa 60.000 orang di Amerika pada kematian. Orang gemuk berisiko lebih besar terkena PE. Jadi, hati-hati jika sudah ada gejala itu.
2. Sakit tenggorokan yang tidak kunjung sembuh
Waspada dengan gejala satu ini, karena bisa jadi itu pertanda serangan jantung. Perempuan dilaporkan lebih banyak mengalami gejala ini. Selain sakit tenggorokan, perasaan mual dan berkeringat pun biasa terjadi sebelum serangan jantung.
Sementara itu, gejala umum serangan jantung seperti nyeri dada dan lengan lebih banyak dialami pria. Berdasarkan American Heart Association, tiap tahunnya penyakit jantung membunuh 16.000 wanita Amerika di bawah 55 tahun sedangkan 40.000 lainnya harus masuk rumah sakit.
3. Vagina berdarah
Jika area kewanitaan Anda berdarah di luar masa menstruasi seharusnya, berarti ada masalah pada vagina. Menurut William Fuller, MD dari Department of Obstetrics and Gynecology Presbyterian/St. Lukes Medical Center, Denver, kemungkinannya bisa jadi posisi kandungan (jika sedang hamil) yang tidak benar, inflamasi (peradangan) leher rahim, bahkan kanker rahim. Sebaiknya periksakan ke dokter segera jika timbul bercak darah di celana dalam.
4. Gangguan perut
Ketika Anda sering mengalami diare, kejang-kejang atau dubur berdarah, jangan tunggu sampai sembuh dengan sendirinya. Gejala-gejala tersebut merupakan tanda penyakit Bowel Disease (penyakit perut). Jika sudah kronis, bisa menimbulkan kanker usus besar. Jika terus didiamkan, bisa jadi muncul kanker ovarium, yang awalnya ditandai dengan masalah pencernaan seperti susah mencerna, perut kembung atau konstipasi.
Atasi stress
Stres adalah reaksi tubuh terhadap situasi yang tampak berbahaya atau sulit. Stres membuat tubuh memproduksi hormon adrenaline untuk mempertahankan diri. Stres bisa baik, bisa juga tidak.
Menurut dr Kusni dari Klinik Ear Candle Center Harapan Indah, Jakarta Barat, stres terdiri dari dua kategori.
Pertama, stres ringan, yaitu stres yang dapat memacu seseorang untuk berpikir dan berusaha dengan cepat sehingga dapat menjawab tantangan hidup sehari-hari.
Kedua, stres yang terlalu banyak dan berkelanjutan. Jika tidak ditanggulangi, stres jenis ini berbahaya bagi kesehatan.
Penyebab dan Gejala
Ada beberapa tingkat stres, lanjut dr. Kusni, yang kerap dijumpai yaitu stress karena masalah lingkungan, emosional, finansial, dan fisik.
Stres yang kerap dialami orang ini dapat disebabkan oleh kejadian sehari-hari, baik gembira maupun sedih, seperti menikah dan mempunyai anak, berada di tempat yang baru, dan kehilangan orang yang dicintai. Pelajaran sekolah dan pekerjaan dalam waktu yang ketat pun dapat menyebabkan seseorang menjadi stres.
Selain itu, masalah kurang percaya diri, pemalu, terlalu ambisius, dan memiliki perasaan negatif pun dapat menjadi faktor penyebab stres.
"Begitu banyak masalah kehidupan yang dialami seseorang dan mungkin itu membuat kita jadi streS," ungkapnya.
Stres memang bukanlah hal yang berat. Namun stress bisa berbahaya jika diabaikan. Ada beberapa gejala yang bisa dilihat atau diamati, antara lain, cepat marah dan tersinggung, agresif dan defensif, merasa selalu lelah, sulit berkonsentrasi atau mudah lupa, palpitasi atau jantung berdebar-debar, sakit kepala, sakit perut, diare, otot menjadi tegang, muncul jerawat, dan leher menjadi kaku.
Terapi Quantum Wallness
Jika tidak ditangani alias dibiarkan begitu saja, stres dapat menyebabkan komplikasi, seperti tekanan darah tinggi dan serangan jantung, sakit mental, gangguan makan seperti hilang nafsu makan atau malah lebih banyak makan, tidak bisa tidur, migrain, sakit maag, serangan asma, dan ruam kulit.
Untuk mencegah dampak buruk dari stres yang berkelanjutan itu, dr Kusni menjalankan Terapi Quantum Wellness, yaitu sebuah sistem pendekatan fisika kuantum untuk menghilangkan stress dengan beberapa peralatan teknologi canggih.
"Alat ini dapat mengindentifikasikan tekanan, menyelaraskan kembali tubuh, membantu Anda masuk ke dalam resonansi secara alami," terangnya.
Sistem energi dari quantum wellness ini bekerja sebagai terapi untuk menilai risiko emosional dan fisik dengan beberapa cara, seperti mengatur pola tidur, melepaskan trauma yang telah terakumulasi sejak kecil, meningkatkan neurotransmiter untuk memperbaiki aliran neuropeptida, menyeimbangkan emosi sehingga emosi energi mengalir dengan mudah, menstabilkan jaringan saraf, menghilangkan depresi melalui biofeedback. Biofeedback dapat menghilangkan stress dan mengintegrasikan informasi internal untuk memperkuat cara kerja tubuh.
"Beberapa alat yang ada itu akan ditempelkan pada tubuh. Dari situ akan kelihatan penyakit yang kita alami. Termasuk juga stres ini," sambungnya.
Selain dengan biofeedback, ada pula bioresonance juga dapat membantu menyeimbangkan kembali medan energi dan membantu menghilangkan beberapa iritasi dan racun dalam tubuuh.
Terapi Quantum Wellness tidak hanya dapat menyembuhkan stres, tapi juga penyakit kronis lainnya, seperti diabetes dan ginjal. Bahkan dapat menyembuhkan autisme.(Genie/Genie/nsa)
Menurut dr Kusni dari Klinik Ear Candle Center Harapan Indah, Jakarta Barat, stres terdiri dari dua kategori.
Pertama, stres ringan, yaitu stres yang dapat memacu seseorang untuk berpikir dan berusaha dengan cepat sehingga dapat menjawab tantangan hidup sehari-hari.
Kedua, stres yang terlalu banyak dan berkelanjutan. Jika tidak ditanggulangi, stres jenis ini berbahaya bagi kesehatan.
Penyebab dan Gejala
Ada beberapa tingkat stres, lanjut dr. Kusni, yang kerap dijumpai yaitu stress karena masalah lingkungan, emosional, finansial, dan fisik.
Stres yang kerap dialami orang ini dapat disebabkan oleh kejadian sehari-hari, baik gembira maupun sedih, seperti menikah dan mempunyai anak, berada di tempat yang baru, dan kehilangan orang yang dicintai. Pelajaran sekolah dan pekerjaan dalam waktu yang ketat pun dapat menyebabkan seseorang menjadi stres.
Selain itu, masalah kurang percaya diri, pemalu, terlalu ambisius, dan memiliki perasaan negatif pun dapat menjadi faktor penyebab stres.
"Begitu banyak masalah kehidupan yang dialami seseorang dan mungkin itu membuat kita jadi streS," ungkapnya.
Stres memang bukanlah hal yang berat. Namun stress bisa berbahaya jika diabaikan. Ada beberapa gejala yang bisa dilihat atau diamati, antara lain, cepat marah dan tersinggung, agresif dan defensif, merasa selalu lelah, sulit berkonsentrasi atau mudah lupa, palpitasi atau jantung berdebar-debar, sakit kepala, sakit perut, diare, otot menjadi tegang, muncul jerawat, dan leher menjadi kaku.
Terapi Quantum Wallness
Jika tidak ditangani alias dibiarkan begitu saja, stres dapat menyebabkan komplikasi, seperti tekanan darah tinggi dan serangan jantung, sakit mental, gangguan makan seperti hilang nafsu makan atau malah lebih banyak makan, tidak bisa tidur, migrain, sakit maag, serangan asma, dan ruam kulit.
Untuk mencegah dampak buruk dari stres yang berkelanjutan itu, dr Kusni menjalankan Terapi Quantum Wellness, yaitu sebuah sistem pendekatan fisika kuantum untuk menghilangkan stress dengan beberapa peralatan teknologi canggih.
"Alat ini dapat mengindentifikasikan tekanan, menyelaraskan kembali tubuh, membantu Anda masuk ke dalam resonansi secara alami," terangnya.
Sistem energi dari quantum wellness ini bekerja sebagai terapi untuk menilai risiko emosional dan fisik dengan beberapa cara, seperti mengatur pola tidur, melepaskan trauma yang telah terakumulasi sejak kecil, meningkatkan neurotransmiter untuk memperbaiki aliran neuropeptida, menyeimbangkan emosi sehingga emosi energi mengalir dengan mudah, menstabilkan jaringan saraf, menghilangkan depresi melalui biofeedback. Biofeedback dapat menghilangkan stress dan mengintegrasikan informasi internal untuk memperkuat cara kerja tubuh.
"Beberapa alat yang ada itu akan ditempelkan pada tubuh. Dari situ akan kelihatan penyakit yang kita alami. Termasuk juga stres ini," sambungnya.
Selain dengan biofeedback, ada pula bioresonance juga dapat membantu menyeimbangkan kembali medan energi dan membantu menghilangkan beberapa iritasi dan racun dalam tubuuh.
Terapi Quantum Wellness tidak hanya dapat menyembuhkan stres, tapi juga penyakit kronis lainnya, seperti diabetes dan ginjal. Bahkan dapat menyembuhkan autisme.(Genie/Genie/nsa)
Zama Purba
Secara umum penemuan fosil manusia dari jaman ke zaman terbagi atas tiga kelompok, yaitu manusia kera, manusia purba dan manusia modern.
Yang perlu diingat adalah bahwa teori ini hanya dugaan dan tidak terbukti kebenarannya karena teori evolusi telah runtuh. Fosil manusia lama yang ditemukan bisa saja bukan fosil manusia atau manusia yang memiliki bentuk ciri tubuh yang unik, atau bahkan hasil rekayasa.
A. Manusia Kera dari Afrika Selatan
1. Australopithecus Africanus
Australopithecus africanus ditemukan di desa Taung di sekitar Bechunaland ditemukan oleh Raymond Dart tahun 1924. Bagian tubuh yang ditemukan hanya fosil tengkorak kepala saja.
2. Paranthropus Robustus dan Paranthropus Transvaalensis
Dua penemuan tersebut ditemukan di daerah Amerika Selatan dengan ciri isi volume otak sekitar 600 cm kubik, hidup di lingkungan terbuka, serta memiliki tinggi badan kurang lebih 1,5 meter. Kedua fosil menusia kera tersebut disebut australopithecus.
B. Manusia Purba / Homo Erectus
1. Sinanthropus Pekinensis
Sinanthropus pekinensis adalah manusia purba yang fosilnya ditemukan di gua naga daerah Peking negara Cina oleh Davidson Black dan Franz Weidenreich. Sinanthropus pekinensis dianggap bagian dari kelompok pithecanthropus karena memiliki ciri tubuh atau badan yang mirip serta hidup di era zaman yang bersamaan. Sinanthropus pekinensis memiliki volume isi otak sekitar kurang lebih 900 sampai 1200 cm kubik.
2. Meganthropus Palaeojavanicus / Manusia Raksasa Jawa
Meganthropus palaeojavanicus ditemukan di Sangiran di pulau jawa oleh Von Koningswald pada tahun 1939 - 1941.
3. Manusia Heidelberg
Manusia heidelberg ditemukan di Jerman
4. Pithecanthropus Erectus
Pithecanthropus erectus adalah manusia purba yang pertama kali fosil telang belulang ditemukan di Trinil Jawa Tengah pada tahun 1891 oleh Eugene Dubois. Pithecanthropus erectus hidup di jaman pleistosin atau kira-kira 300.000 hingga 500.000 tahun yang lalu. Volume otak Pithecanthropus erectus diperkirakan sekitar 770 - 1000 cm kubik. Bagian tulang-belulang fosil manusia purba yang ditemukan tersebut adalah tulang rahang, beberapa gigi, serta sebagian tulang tengkorak.
C. Manusia Modern
Pengertian atau arti definisi manusia modern adalah manusia yang termasuk ke dalam spesies homo sapiens dengan isi volum otak kira-kira 1450 cm kubik hidup sekitar 15.000 hingga 150.000 tahun yang lalu. Manusia modern disebut modern karena hampir mirip atau menyerupai manusia yang ada pada saat ini atau sekarang.
1. Manusia Swanscombe - Berasal dari Inggris
2. Manusia Neandertal - Ditemukan di lembah Neander
3. Manusia Cro-Magnon / Cromagnon / Crogmanon - Ditemukan di gua Cro-Magnon, Lascaux Prancis. Dicurigai sebagai campuran antara manusia Neandertal dengan manusia Gunung Carmel.
4. Manusia Shanidar - Fosil dijumpai di Negara Irak
5. Manusia Gunung Carmel - Ditemukan di gua-gua Tabun serta Skhul Palestina
6. Manusia Steinheim - Berasal dari Jerman
Yang perlu diingat adalah bahwa teori ini hanya dugaan dan tidak terbukti kebenarannya karena teori evolusi telah runtuh. Fosil manusia lama yang ditemukan bisa saja bukan fosil manusia atau manusia yang memiliki bentuk ciri tubuh yang unik, atau bahkan hasil rekayasa.
A. Manusia Kera dari Afrika Selatan
1. Australopithecus Africanus
Australopithecus africanus ditemukan di desa Taung di sekitar Bechunaland ditemukan oleh Raymond Dart tahun 1924. Bagian tubuh yang ditemukan hanya fosil tengkorak kepala saja.
2. Paranthropus Robustus dan Paranthropus Transvaalensis
Dua penemuan tersebut ditemukan di daerah Amerika Selatan dengan ciri isi volume otak sekitar 600 cm kubik, hidup di lingkungan terbuka, serta memiliki tinggi badan kurang lebih 1,5 meter. Kedua fosil menusia kera tersebut disebut australopithecus.
B. Manusia Purba / Homo Erectus
1. Sinanthropus Pekinensis
Sinanthropus pekinensis adalah manusia purba yang fosilnya ditemukan di gua naga daerah Peking negara Cina oleh Davidson Black dan Franz Weidenreich. Sinanthropus pekinensis dianggap bagian dari kelompok pithecanthropus karena memiliki ciri tubuh atau badan yang mirip serta hidup di era zaman yang bersamaan. Sinanthropus pekinensis memiliki volume isi otak sekitar kurang lebih 900 sampai 1200 cm kubik.
2. Meganthropus Palaeojavanicus / Manusia Raksasa Jawa
Meganthropus palaeojavanicus ditemukan di Sangiran di pulau jawa oleh Von Koningswald pada tahun 1939 - 1941.
3. Manusia Heidelberg
Manusia heidelberg ditemukan di Jerman
4. Pithecanthropus Erectus
Pithecanthropus erectus adalah manusia purba yang pertama kali fosil telang belulang ditemukan di Trinil Jawa Tengah pada tahun 1891 oleh Eugene Dubois. Pithecanthropus erectus hidup di jaman pleistosin atau kira-kira 300.000 hingga 500.000 tahun yang lalu. Volume otak Pithecanthropus erectus diperkirakan sekitar 770 - 1000 cm kubik. Bagian tulang-belulang fosil manusia purba yang ditemukan tersebut adalah tulang rahang, beberapa gigi, serta sebagian tulang tengkorak.
C. Manusia Modern
Pengertian atau arti definisi manusia modern adalah manusia yang termasuk ke dalam spesies homo sapiens dengan isi volum otak kira-kira 1450 cm kubik hidup sekitar 15.000 hingga 150.000 tahun yang lalu. Manusia modern disebut modern karena hampir mirip atau menyerupai manusia yang ada pada saat ini atau sekarang.
1. Manusia Swanscombe - Berasal dari Inggris
2. Manusia Neandertal - Ditemukan di lembah Neander
3. Manusia Cro-Magnon / Cromagnon / Crogmanon - Ditemukan di gua Cro-Magnon, Lascaux Prancis. Dicurigai sebagai campuran antara manusia Neandertal dengan manusia Gunung Carmel.
4. Manusia Shanidar - Fosil dijumpai di Negara Irak
5. Manusia Gunung Carmel - Ditemukan di gua-gua Tabun serta Skhul Palestina
6. Manusia Steinheim - Berasal dari Jerman
Pra Sejarah (1)
Pengertian Tentang Waktu
Waktu tentu bukanlah sesuatu yang asing bagi Anda! Karena dalam kehidupan sehari-hari setiap orang selalu dibatasi oleh waktu. Apakah Anda mengetahui definisi tentang waktu?
Waktu (time) merupakan salah satu konsep dasar sejarah selain ruang (space), kegiatan manusia (human activity). Perubahan (change) dan kesinambungan (continuity). Ia merupakan unsur penting dari sejarah yaitu kejadian masa lalu. Dengan kata lain waktu merupakan konstruksi gagasan yang digunakan untuk memberi makna dalam kehidupan di dunia. Manusia tak dapat dilepaskan dari waktu karena perjalanan hidup manusia sama dengan perjalanan waktu itu sendiri.
Tiap masyarakat memilki pandangan yang relatif berbeda tentang waktu yang mereka jalani. Contoh : masyarakat Barat melihat waktu sebagai sebuah garis lurus (linier). Konsep garis lurus tentang waktu diikuti dengan terbentuknya konsep tentang urutan kejadian. Dengan kata lain sejarah manusia dilihat sebagai sebuah proses perjalanan dalam sebuah garis waktu sejak zaman dulu, zaman sekarang dan zaman yang akan datang.
Berbeda dengan masyarakat Barat, masysrakat Hindu melihat waktu sebagai sebuah siklus yang berulang tanpa akhir.
Dari perjalanan di atas tentang waktu, khususnya konsep waktu yang lurus, masa lalu perkembangan sejarah manusia akan mempengaruhi perkembangan masyarakat masa kini dan masa yang akan datang.
Agar waktu dalam setiap peristiwa atau kejadian dapat dipahami, maka sejarah membuat pembabakan waktu atau periodisasi. Maksud periodisasi ini adalah agar babak waktu itu menjadi jelas ciri-cirinya. Contohnya sejarah Eropa dapat dibagi ke dalam 3 periode yaitu zaman klasik/kuno, zaman pertengahan dan zaman modern.
Sebenarnya ada istilah lain untuk menamakan zaman prasejarah yaitu zaman Nirleka, Nir artinya tidak ada dan leka artinya tulisan, jadi zaman Nirleka zaman tidak adanya tulisan. Batas antara zaman prasejarah dengan zaman sejarah adalah mulai adanya tulisan. Hal ini menimbulkan suatu pengertian bahwa prasejarah adalah zaman sebelum ditemukannya tulisan, sedangkan sejarah adalah zaman setelah adanya tulisan. Berakhirnya zaman prasejarah atau dimulainya zaman sejarah untuk setiap bangsa di dunia tidak sama tergantung dari peradaban bangsa tersebut. Salah satu contoh yaitu bangsa Mesir + tahun 4000 SM masyarakatnya sudah mengenal tulisan, sehingga + tahun 4000 bangsa Mesir sudah memasuki zaman sejarah. Dari penjelasan di atas, apakah Anda sudah paham? Kalau Anda sudah memahami, tentu Anda sudah mempunyai gambaran tentang sejarah Indonesia.
Sumber-sumber Prasejarah
Fosil adalah sisa-sisa makhluk hidup yang telah membatu karena adanya proses kimiawi. Fosil merupakan peninggalan masa lampau yang sudah tertanam ratusan peninggalan masa lampau yang sudah tertanam ratusan bahkan ribuan tahun di dalam tanah.
Contoh : gambar fosil
Sumber-sumber Sejarah Peristiwa masa lalu dapat diketahui secara lengkap dan mendekati kebenaran adanya sumber-sumber yang beranekaragam. Ditinjau dari wujudnya, maka sumber sejarah dapat dibagi lagi menjadi 4, yaitu:
Sumber lisan adalah sumber sejarah yang berupa keterangan dari seseorang atau beberapa orang yang menyaksikan langsung atau mengalami langsung suatu peristiwa.
Sumber tertulis adalah sumber sejarah yang berupa keterangan tertulis mengenai suatu peristiwa/kejadian misalnya data, dokumen, babad prasasti, naskah kuno, buku, dan sebagainya.
Sumber benda adalah sumber sejarah yang berupa benda-benda peninggalan budaya atau la zim dinamakan benda purbakala, misalnya: candi, senjata, gedung, dan sebagainya.
Sumber audio visual adalah sumber sejarah yang merupakan hasil rekaman media elektronika, misalnya: kaset video, film, tape recorder, dan lain-lain.
Ilmu Bantu Prasejarah
Dalam mempelajari zaman prasejarah, belum ditemukan bukti-bukti tertulis, maka untuk mengetahui peristiwa atau kejadian pada masa tersebut, para ahli melakukan hal-hal sebagai berikut:
1. Ekskavasi, melakukan penggalian untuk menemukan peninggalan budaya yang kebanyakan tertanam di dalam tanah.
2. Mempelajari kehidupan suku-suku terasing yang sekarang masih hidup seperti yang tinggal di daerah-daerah pedalaman. Hal ini dilakukan karena, dengan mempelajari alat yang digunakan suku terasing/suku primitif tersebut, sehingga dapat memberikan pengertian tentang kehidupan dan kebudayaan manusia di zaman prasejarah.
Untuk melakukan hal tersebut di atas, harus bekerjasama dengan disiplin ilmu yang lain antara lain:
1. Arkeologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan masa lampau melalui artefak.
2. Geologi adalah ilmu yang mempelajari bumi secara keseluruhan.
3. Paleontologi adalah ilmu yang mempelajari tentang fosil.
PEMBABAKAN ZAMAN PRASEJARAH
Pembabakan Zaman Prasejarah berdasarkan Geologi Geologi adalah ilmu yang mempelajari bumi secara keseluruhan. Berdasarkan geologi, terjadinya bumi sampai sekarang dibagi ke dalam empat zaman. Zaman-zaman tersebut merupakan periodisasi atau pembabakan prasejarah yang terdiri dari:
a. ARKAEKUM / zaman tertua Zaman ini berlangsung kira-kira 2500 juta tahun, pada saat itu kulit bumi masih panas, sehingga tidak ada kehidupan. Dari penjelasan ini tentu Anda ingin bertanya kapan muncul kehidupan? Untuk itu simak uraian berikutnya.
b. PALEOZOIKUM / zaman primer atau zaman hidup tua Zaman ini berlangsung 340 juta tahun. Makhluk hidup yang muncul pada zaman ini seperti mikro organisme, ikan, ampibi, reptil dan binatang yang tidak bertulang punggung.
gambaran kehidupan pada jaman Palaezoikum.
c. MESOZOIKUM/zaman sekunder atau zaman hidup pertengahan Zaman ini berlangsung kira-kira 140 juta tahun. Pada zaman pertengahan ijenis reptil mencapai tingkat yang terbesar seperti gambar 5 sehingga pada zaman ini sering disebut juga dengan zaman reptil. Setelah berakhirnya zaman sekunder ini, maka muncul kehidupan yang lain yaitu jenis burung dan binatang menyusui yang masih rendah sekali tingkatannya. Sedangkan jenis reptilnya mengalami kepunahan. Selanjutnya berlangsunglah zaman hidup baru seperti yang diuraikan pada materi berikut ini.
d. NEOZOIKUM / zaman hidup baru Zaman ini dibedakan menjadi 2 zaman, yaitu: 1.Tersier / zaman ketiga Zaman ini berlangsung sekitar 60 juta tahun. Yang terpenting dari zaman ini ditandai dengan berkembangnya jenis binatang menyusui seperti jenis primat, contohnya kera. 2. Kuartier/zaman keempat Zaman ini ditandai dengan adanya kehidupan manusia sehingga merupakan zaman terpenting. Dan zaman ini dibagi lagi menjadi dua zaman yaitu yang disebut dengan zaman Pleistocen dan Holocen.
Untuk memahami zaman tersebut, maka Anda dapat menyimak pada uraian berikut ini: Zaman Pleitocen/Dilluvium berlangsung kira-kira 600.000 tahun yang ditandai dengan adanya manusia purba. Zaman Holocen/Alluvium berlangsung kira-kira 20.000 tahun yang lalu dan terus berkembang sampai dewasa ini. Pada zaman ini ditandai dengan munculnya manusia jenis Homo Sapiens yang memiliki ciri-ciri seperti manusia sekarang.
Pembabakan Zaman Prasejarah berdasarkan Arkeologi Arkeologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan masa lampau melalui benda-benda artefak. Dari hasil penelitian para ahli arkeologi, maka tabir kehidupan masyarakat prasejarah Indonesia dapat diketahui. Berdasarkan penggalian arkeologi maka prasejarah dapat dibagi menjadi 2 zaman, seperti pada uraian materi berikut ini.
a. Zaman Batu. Zaman batu menunjuk pada suatu periode di mana alat-alat kehidupan manusia umumnya/dominan terbuat dari batu, walaupun ada juga alat-alat tertentu yang terbuat dari kayu dan tulang. Dari alat-alat peninggalan zaman batu tersebut, melalui Metode Tipologi (cara menentukan umur berdasarkan bentuk atau tipe benda peninggalan), maka zaman batu dibedakan lagi menjadi 3 periode/masa, yaitu:
1. Batu Tua/Palaeolithikum Merupakan suatu masa di mana alat-alat hidup terbuat dari batu kasar dan belum diasah/diupam, sehingga bentuknya masih sederhana. Contohnya: kapak genggam.
2. Batu Tengah Madya/Mesolithikum Merupakan masa peralihan di mana cara pembuatan alat-alat kehidupannya lebih baik dan lebih halus dari zaman batu tua. Contohnya: Pebble/Kapak Sumatera.
3. Batu Muda/Neolithikum Merupakan suatu masa di mana alat-alat kehidupan manusia dibuat dari batu yang sudah dihaluskan, serta bentuknya lebih sempurna dari zaman sebelumnya. Contohnya: kapak persegi dan kapak lonjong.
b. Zaman Logam Perlu ditegaskan bahwa dengan dimulainya zaman logam bukan berarti berakhirnya zaman batu, karena pada zaman logampun alat-alat dari batu terus berkembang bahkan sampai sekarang. Sesungguhnya nama zaman logam hanyalah untuk menyatakan bahwa pada zaman tersebut alat-alat dari logam telah dikenal dan dipergunakan secara dominan. Zaman logam disebut juga dengan zaman perundagian.
Perkembangan zaman logam di Indonesia berbeda dengan di Eropa, karena zaman logam di Eropa mengalami 3 fase/bagian, yaitu zaman tembaga, zaman perunggu, dan zaman besi. Sedangkan di Indonesia khususnya dan Asia Tenggara umumnya tidak mengalami zaman tembaga tetapi langsung memasuki zaman perunggu dan besi secara bersamaan. Dan hasil temuan yang lebih dominan adalah alat-alat dari perunggu sehingga zaman logam disebut juga dengan zaman perunggu.
Demikianlah uraian materi pembabakan prasejarah berdasarkan arkeologinya.
Selanjutnya apakah Anda pernah mendengar atau membaca istilah Megalithikum? Megalithikum merupakan suatu istilah kebudayaan batu besar (Mega = besar; Lithos = batu). Kebudayaan Megalithikum bukanlah suatu zaman yang berkembang tersendiri, melainkan suatu hasil budaya yang timbul pada zaman Neolithikum dan berkembang pesat pada zaman logam. Setiap bangunan yang diciptakan oleh masyarakat tentu memiliki fungsi. Untuk mengetahui lebih jelas tentang fungsinya, nanti akan Anda pelajari pada modul berikutnya.
Pembabakan Zaman Prasejarah berdasarkan Ciri-ciri Kehidupan masyarakat Makhluk manusia adalah makhluk yang hidup berkelompok dan mempunyai organisme yang secara biologis berbeda dan lebih lemah dari jenis binatang. Namun otak manusia berevolusi paling jauh bila dibandingkan dengan makhluk lainnya. Kemampuan otak manusia yang berupa proses berpikir menyebabkan manusia dapat memilah-milah tindakan yang dapat menguntungkan kelangsungan hidupnya.
Dalam rangka kelangsungan hidupnya maka manusia merupakan makhluk pembentuk kebudayaan dan manusia juga sebagai pembentuk masyarakat. Karena pada hakekatnya manusia tidak dapat hidup sendiri tetapi harus berkelompok.
Berikut ini Anda akan mengikuti paparan perkembangan manusia Indonesia yang hidup pada zaman prasejarah. Kehidupan masyarakat (manusia) pada zaman prasejarah terbagi menjadi 3 periode, yaitu:
a. Masa berburu dan mengumpulkan makanan Pada masa ini secara fisik manusia masih terbatas usahanya dalam menghadapi kondisi alam. Tingkat berpikir manusia yang masih rendah menyebabkan hidupnya berpindah-pindah tempat dan menggantungkan hidupnya kepada alam dengan cara berburu dan mengumpulkan makanan.
b. Masa bercocok tanam Pada masa ini kemampuan berpikir manusia mulai berkembang. Sehingga timbul upaya menyiapkan persediaan bahan makanan yang cukup dalam suatu masa tertentu. Dalam upaya tersebut maka manusia bercocok tanam dan tidak lagi tergantung kepada alam.
c. Masa perundagian Pada masa ini masyarakat sudah mengenal teknik-teknik pengolahan logam. Pengolahan logam memerlukan suatu tempat serta keahlian khusus. Tempat untuk mengolah logam dikenal dengan nama perundagian dan orang yang ahli mengerjakannya dikenal dengan sebutan Undagi.
Demikianlah uraian singkat pembabakan prasejarah berdasarkan ciri-ciri kehidupannya.
Arkeologi prasejarah
Peninggalan arkeologi prasejarah dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu peninggalan bergerak dan peninggalan tidak-bergerak. Peninggalan bergerak antara lain adalah alat-alat batu, perhiasan batu, peralatan dan perhiasan dari tulang dan kulit kerang, serta gerabah. Sementara itu, peninggalan tak-bergerak antara lain adalah bangunan megalitik dan gua hunian. Tidak banyak peninggalan yang terbuat dari bahan organik karena besar kemungkinan telah musnah seiring dengan perjalanan waktu.
1. Pengertian Pra Sejarah
Pra sejarah adalah zaman sebelum ada tulisan /nirleka/ pra sejarah/zaman purba
Zaman sejarah yaitu zaman mulai ditemukan tulisan
jadi zaman pra sejarah adalah zaman mulai ada manusia sampai ditemukan tulisan
Bangsa-bangsa di dunia memasuki sejarah berbeda-beda,misal:
1.Bangsa Mesir memasuki sejarah th 2000 SM
2.Bangsa Mesopotamia memasuki sejarah th 1500 SM
3.Bangsa Indonesia memasuki sejara th 400 M
Sumber sejarah yang dapat memberikan informasi kehidupan manusia purba antara lain :
1. Fosil adalah sisa-sisa kehidupan organik yang telah membatu.
Fosil yang dapat memberi petunjuk kehidupan manusia purba yaitu fosil pandu atau leit fosil
2. Artefak adalah peralatan yang digunakan manusia purba.
3. Kjokkenmoddinger atau sampah dapur adalah tumpukan kulit kerang yang menggunung atau membentuk bukit.
4. Abris sous roche atau tempat perlindungan di bawah karang merupakan tempat tinggal yang digunakan manusia purba.
Untuk mempelajari bentuk-bentuk manusia purba diperlukan adanya ilmu bantu pra sejarah yaitu:
a. Paleoantropologi yaitu ilmu yang mempelajari bentuk-bentuk manusia.
b. Paleontology yaitu ilmu yang mempelajari sisa-sisa makhluk hidup yang teleh membatu.
c. Geologi yaitu ilmu yang mempelajari lapisan tanah.
Ada 3 macam cara mempelajari peninggalan zaman pra sejarah :
a. Stratigrafi yaitu cara mempelajari peninggalan purba berdasarkan letaknya dalam lapisan tanah.
b. Tipologi yaitu cara mempelajari peninggalanpurba dengan cara mengelompokkan benda-benda purbakala ke dalam kelompok sejenis
c. Kimiawi yaitu cara penentuan umur berdasarkan unsur-unsur kimia yang dikandung benda tsb.
Zaman sejarah yaitu zaman mulai ditemukan tulisan
jadi zaman pra sejarah adalah zaman mulai ada manusia sampai ditemukan tulisan
Bangsa-bangsa di dunia memasuki sejarah berbeda-beda,misal:
1.Bangsa Mesir memasuki sejarah th 2000 SM
2.Bangsa Mesopotamia memasuki sejarah th 1500 SM
3.Bangsa Indonesia memasuki sejara th 400 M
Sumber sejarah yang dapat memberikan informasi kehidupan manusia purba antara lain :
1. Fosil adalah sisa-sisa kehidupan organik yang telah membatu.
Fosil yang dapat memberi petunjuk kehidupan manusia purba yaitu fosil pandu atau leit fosil
2. Artefak adalah peralatan yang digunakan manusia purba.
3. Kjokkenmoddinger atau sampah dapur adalah tumpukan kulit kerang yang menggunung atau membentuk bukit.
4. Abris sous roche atau tempat perlindungan di bawah karang merupakan tempat tinggal yang digunakan manusia purba.
Untuk mempelajari bentuk-bentuk manusia purba diperlukan adanya ilmu bantu pra sejarah yaitu:
a. Paleoantropologi yaitu ilmu yang mempelajari bentuk-bentuk manusia.
b. Paleontology yaitu ilmu yang mempelajari sisa-sisa makhluk hidup yang teleh membatu.
c. Geologi yaitu ilmu yang mempelajari lapisan tanah.
Ada 3 macam cara mempelajari peninggalan zaman pra sejarah :
a. Stratigrafi yaitu cara mempelajari peninggalan purba berdasarkan letaknya dalam lapisan tanah.
b. Tipologi yaitu cara mempelajari peninggalanpurba dengan cara mengelompokkan benda-benda purbakala ke dalam kelompok sejenis
c. Kimiawi yaitu cara penentuan umur berdasarkan unsur-unsur kimia yang dikandung benda tsb.
| si: |
Rabu, 27 Januari 2010
manusia purba
Homo Floresiensis
Dengan penuh kehairanan, mereka membelek tengkorak misteri yang ditemui bersama fosil tikus raksasa, komodo dan gajah kecil sepanjang kerja arkeologi di gua itu. Ini kerana bentuk tengkorak itu sama seperti tengkorak manusia moden tetapi saiznya lebih kecil.
Kajian lanjut kemudian mendapati tengkorak dan tulang itu berasal daripada manusia purba digelar ‘homo floresiensis’ yang wujud kira-kira 13,000 tahun lalu.
Seterusnya penemuan itu mengundang persoalan misteri mengenai kemungkinan wujudnya pelbagai spesies manusia aneh pada zaman dulu, yang bentuk fizikal mereka adalah berlainan sama sekali dengan anatomi manusia moden (digelar homo sapiens) pada hari ini.
Sebenarnya, tengkorak dan tulang homo floresiensis yang turut digelar ‘Hobbit’ itu bukanlah laporan penemuan pertama membabitkan tengkorak dan kerangka aneh yang dijumpai di seluruh dunia.
Laporan mengenai penemuan tengkorak yang berbentuk pelik dan berlainan dengan tengkorak manusia moden, sudah mula dilaporkan sejak ratusan tahun lalu sekali gus mencetuskan misteri dan enigma yang tidak berkesudahan sehingga kini.
Pelbagai teori dikemukakan menerusi penemuan kerangka dan tengkorak aneh berkenaan antaranya tengkorak dan fosil yang dijumpai itu bukanlah milik manusia tetapi tinggalan makhluk asing yang sudah mati.
Teori lain pula menyokong dakwaan wujudnya pelbagai spesies manusia yang berlainan bentuk fizikal di dunia ini, pada zaman purba tetapi akibat sebab tertentu spesies itu sudah pupus dan meninggalkan manusia berjenis homo sapiens saja pada masa kini.
Kepercayaan mengenai wujudnya spesies manusia aneh pada zaman purba itu disokong pula dengan cerita legenda penduduk setempat contohnya penduduk Pulau Flores percaya rangka homo floresiensis yang dijumpai pada 2003 adalah makhluk kerdil berbulu ‘Ebu Gogo’ yang mendiami pulau itu pada zaman purba.
Rekod penemuan paling aneh mungkin berlaku sekitar 1800an apabila sebuah rangka dan tengkorak misteri ditemui tersembunyi di sebuah makam kuno dekat kota Sayre, Bradford County, Pennsylvania, Amerika Syarikat (AS).
Tidak seperti tulang belulang manusia homo sapiens pada hari ini, kerangka dan tengkorak yang ditanam pada 1200 itu bertubuh besar, tinggi malah paling mengejutkan adalah di bahagian kening tengkorak terdapat sepasang tanduk!
Pada 1888 pula, tujuh kerangka dalam posisi duduk ditemui di sebuah kubur dekat Clearwater, Minnesota, AS. Tengkorak makhluk yang dijumpai itu memiliki dua baris deretan gigi pada rahang atas dan bawah. Selain itu, dahinya lebih pendek dan miring dibandingkan tengkorak manusia yang lazim.
Meniti masa, satu lagi tengkorak aneh ditemui pada 1911 dekat Lovelock, Nevada, AS apabila pekerja yang sedang melakukan penggalian di kawasan itu secara tidak sengaja menemui mumia berbentuk menyerupai tubuh manusia.
Bagaimanapun, mumia itu bertubuh gergasi malah masih terdapat sisa rambut berwarna merah di kepalanya. Di kalangan penduduk setempat, mumia itu dikaitkan dengan legenda kuno suku Indian Paiute yang menceritakan wujudnya manusia gergasi berambut merah iaitu ‘Si-te-cahs’ dan gergasi itu menjadi musuh suku Indian di daerah berkenaan.
Sebuah tengkorak aneh juga ditemui di Chihuahua, Mexico pada 1930 di mana bahagian belakang tengkorak melebar sedangkan rongga matanya besar. Akhir 1999, hasil pengujian DNA mendapati tengkorak itu adalah dari jenis manusia.
Dua belas tahun lalu, penyelidik, Robert Connolly tampil mengemukakan foto tengkorak aneh berbentuk lonjong yang ditemui di Nazca, Peru di mana kawasan gurun itu juga adalah satu lokasi misteri yang memiliki ratusan lukisan raksasa aneh di permukaan tanahnya.
Tengkorak dirakamkan Connolly dikatakan sudah mencapai usia puluhan ribu tahun. Lelaki itu turut melaporkan penemuan kerangka aneh lain yang bentuknya sama dengan manusia moden kecuali tengkorak kepalanya besar pada bahagian cranium manakala rongga mata lebih lebar.
Ada pihak percaya yang bentuk aneh pada tengkorak itu dilakukan menerusi proses primitif ‘mengikat tengkorak’ di mana seseorang itu menekup kepalanya dengan ketat menggunakan pakaian atau alat tertentu selama tempoh yang amat lama.
Proses itu menyebabkan kepala akan membesar mengikut bentuk alat berkenaan, sama seperti amalan kaum Padaung di sempadan Myanmar dan Thailand yang memanjangkan leher mereka dengan melilit besi di leher masing-masing, terus menerus.
Sepanjang laporan penemuan pelbagai tengkorak dan kerangka aneh berkenaan, ada juga pihak tertentu yang sengaja mengada-adakan cerita kononnya tengkorak misteri sudah dijumpai di sesuatu tempat.
Antaranya laporan penemuan gambar rangka manusia gergasi di Arab Saudi dan gambar berkenaan tersebar luas menerusi internet sejak beberapa tahun lalu. Bagaimanapun, siasatan mendapati gambar rangka dan tengkorak berkenaan adalah palsu dan dibuat menggunakan perisian komputer, Photoshop.
FAKTA
Teori mengenai penemuan tengkorak aneh
geologi
Geologi
Berdasarkan geologi, terjadinya bumi sampai sekarang dibagi ke dalam empat zaman. Zaman-zaman tersebut merupakan periodisasi atau pembabakan prasejarah yang terdiri dari:Arkaezoikum
Zaman ini berlangsung kira-kira 2500 juta tahun, pada saat itu kulit bumi masih panas, sehingga tidak ada kehidupan. Dapat diartikan sebagai masa tanpa kehidupan. Bumi masih dalam keadaan membara dan jarak bumi dan bulan masih sangat dekat, berbagai benda ruang angkasa seperti meteor atau meteirit ( berukuran kecil) dengan mudah jatuh ke bumi yang belum terlindung udara. Meskipun demikian semua benda tersebut diatas langsung terbakar, pada saat bumi yang masih dalam keadaan membara dengan suhu yang amat tinggi. Kejadian bumi dan pembentukan yang terjadi sekitar satu milyar tahun yang lalu dan beberapa ratus juta tahun kemudian bumi kerak bumi suhu semakin menyusut bagian bumi dalam keadaan cair diangkasa bumi badai magnetic menyelimuti bumi petir dan Guntur meteor dan meteorit membentur bumi suhu bumi makin menyusut bumi membeku penyusutan suhu gas mengembun uap air hujan lebat yang abadi membentuk lautan pembentukan air, udara makin sempurna terlindung dari benturan berbagai benda luar angkasa (meteorit). Ada dua macam meteorit, yaitu meteorit logam (mengandung besi nikel dan meteorit baju), beberapa contoh batuan kerak bumi dapat disaksikan di museum geologi.Paleozoikum
Paleozoikum atau sering pula disebut sebagai zaman primer atau zaman hidup tua berlangsung selama 340 juta tahun. Makhluk hidup yang muncul pada zaman ini seperti mikro organisme, ikan, ampibi, reptil dan binatang yang tidak bertulang punggung.Mesozoikum
Mesozoikum atau sering pula disebut sebagai zaman sekunder atau zaman hidup pertengahan berlangsung selama kira-kira 140 juta tahun, antara 251 hingga 65 juta tahun yang lalu. Pada zaman pertengahan ini, reptil besar berkembang dan menyebar ke seluruh dunia sehingga pada zaman ini sering pula disebut sebagai zaman reptil.Neozoikum
Neozoikum atau zaman hidup pertengahan dibagi menjadi menjadi dua zaman, yaitu zaman Tersier dan zaman Kuartier. Zaman Tersier berlangsung sekitar 60 juta tahun. Zaman ini ditandai dengan berkembangnya jenis binatang menyusui.Sementara itu, Zaman Kuartier ditandai dengan munculnya manusia sehingga merupakan zaman terpenting. Zaman ini kemudian dibagi lagi menjadi dua zaman, yaitu zaman Pleitosen dan Holosin. Zaman Pleitosen (Dilluvium) berlangsung kira-kira 600.000 tahun yang ditandai dengan adanya manusia purba.
Zaman pleistosen ditandai dengan meluasnya lapisan es di kedua kutub Bumi (zaman glacial) dan diseling dengan zaman ketika es kembali mencair (zaman interglacial). Keadaan ini silih berganti selama zaman pleistosin sampai empat kali. Di daerah tropika zaman glacial ini berupa zaman hujan (zaman pluvial) yang diseling dengan zaman kering (interpluvial).
Pada zaman glacial permukaan air laut telah menurun dengan drastis sehingga hanyak dasar laut yang kering menjadi daratan. Di Indonesia bagian barat dasar laut yang mengering itu disebut Dataran Sunda, sedangkan di Indonesia bagian timur disebut Dataran Sahul. Dataran Sunda telah menyebabkan kepulauan Indonesia bagian barat menjadi satu dengan Benua Asia, sedangkan Dataran Sahul telah pula menghubungkan kepulauan Indonesia bagian timur dengan Benua Australia. Itulah sebabnya fauna dan flora Indonesia barat mirip dengan fauna dan flora Asia dan sebaliknya fauna dan flora Indonesia timur mirip dengan Australia. Manusia yang hidup zaman pleistosin adalah spesies homo erectus, yang menjadi pendukung kebudayaan batu tua (Palaeolithicum).
Zaman pleistosin berakhir 10.000 tahun Sebelum Masehi kemudian diikuti oleh datangnya zaman Alluvium atau zaman Holosin yang masih berlangsung sampai sekarang. Dari zaman ini muncullah nenek moyang manusia sekarang, yaitu spesies homo sapiens atau makhluk cerdas.
Arkeologi
[[==== Zaman Batu ==== Zaman Batu terjadi sebelum logam dikenal dan alat-alat kebudayaan terutama dibuat dari batu di samping kayu dan tulang. Zaman batu ini dapat dibagi lagi atas:- Zaman batu tua (Paleolitikum)
- Zaman batu tua (palaeolitikum), Disebut demikian sebab alat-alat batu buatan manusia masih dikerjakan secara kasar, tidak diasah atau dipolis. Apabila dilihat dari sudut mata pencariannya periode ini disebut masa berburu dan meramu makanan tingkat sederhana. Pendukung kebudayaan ini adalah Homo Erectus
- Zaman batu tengah (mesolitikum)
- Pada Zaman batu tengah (mesolitikum), alat-alat batu zaman ini sebagian sudah dihaluskan terutama bagian yang dipergunakan. Tembikar juga sudah dikenal. Periode ini juga disebut masa berburu dan meramu makanan tingkat lanjut. Pendukung kebudayaan ini adalah homo sapiens (manusia sekarang), yaitu ras Austromelanosoide (mayoritas) dan Mongoloide (minoritas).
- Zaman batu baru (Neolitikum)
- Alat-alat batu buatan manusia Zaman batu baru (Neolithicum) sudah diasah atau dipolis sehingga halus dan indah. Di samping tembikar tenun dan batik juga sudah dikenal. Periode ini disebut masa bercocok tanam. Pendukung kebudayaan ini adalah homo sapiens dengan ras Mongoloide (mayoritas) dan ras Austromelanosoide (minoritas)]]Judul pranala.
Zaman Logam
Pada zaman Logam orang sudah dapat membuat alat-alat dari logam di samping alat-alat dari batu. Orang sudah mengenal teknik melebur logam, mencetaknya menjadi alat-alat yang diinginkannya. Teknik pembuatan alat logam ada dua macam, yaitu dengan cetakan batu yang disebut bivalve dan dengan cetakan tanah liat dan lilin yang disebut acire perdue. Periode ini juga disebut masa perundagian karena dalam masyarakat timbul golongan undagi yang terampil melakukan pekerjaan tangan. Zaman logam ini dibagi atas:- Zaman tembaga
- Orang menggunakan tembaga sebagai alat kebudayaan. Alat kebudayaan ini hanya dikenal di beberapa bagian dunia saja. Di Asia Tenggara (termasuk Indonesia) tidak dikenal istilah zaman tembaga.
- Zaman perunggu
- Pada zaman ini orang sudah dapat mencampur tembaga dengan timah dengan perbandingan 3 : 10 sehingga diperoleh logam yang lebih keras.
- Zaman besi
- Pada zaman ini orang sudah dapat melebur besi dari bijinya untuk dituang menjadi alat-alat yang diperlukan. Teknik peleburan besi lebih sulit dari teknik peleburan tembaga maupun perunggu sebab melebur besi membutuhkan panas yang sangat tinggi, yaitu ±3500 °C.
Antara zaman neolithicum dan zaman logam telah berkembang kebudayaan megalithicum, yaitu kebudayaan yang menggunakan media batu-batu besar sebagai alatnya, bahkan puncak kebudayaan megalithicum justru pada zaman logam.
Langganan:
Postingan (Atom)