Tampilkan postingan dengan label id.html. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label id.html. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 April 2010

Yesus tak Pernah Disalib dan Ternyata Dimakamkan di Kashmir, Percaya?


Makam Yesus di Kashmir
TEMPO Interaktif, Srinagar - Ada ada saja cara warga Srinagar mempopulerkan daerahnya. Mereka mengklaim Yesus selamat dari penyaliban dan menghabiskan sisa hidupnya di Kashmir. Klaim itu berdasar sebuah buku yang terbit di India pada 1973, keterangan seorang profesor dan keyakinan sejumlah warga Srinagar, menyebutkan tentang tesis itu.

Keyakinan itu, yang kemudian dimuat di buku panduan wisata Lonely Planet, telah menyebabkan sebuah kuil kumuh Rozabal di Srinagar, Kashmir, membludak dikunjungi wisatawan. Tak heran jika kemudian makam itu ditutup untuk umum.

Resminya makam yang disebutkan sebagai makam Yesus tersebut adalah makam Youza Asaph, tokoh agama Islam dari abad pertengahan. Tapi sejumlah ilmuwan dan terutama seorang profesor dari India yang mengaku telah melewati penelitian panjang menyebut makam itu adalah makam Yesus.

"Itu cerita yang disebarluaskan oleh pemilik toko di sini hanya karena ada profesor gila yang mengatakan itu makam Yesus. Mereka pikir mungkin akan bagus buat bisnis. Wisatawan akan datang setelah bertahun-tahun wilayah ini terjebak perang," kata Riaz penduduk setempat yang rumahnya berhadapan dengan makam tersebut.

Riaz tak percaya tapi, "Kemudian Lonely Planet mengambil kisah tersebut dan orang semakin banyak yang datang." Lonely Planet adalah buku panduan wisata yang cukup terpandang dan banyak dipakai para wisatawan independen sebagai pegangan.

Makam Rozabal terletak di pusat kota Srinagar. Ini bagian kota tempat pasukan keamanan India berpatroli setiap hari. Mereka mengintip dari balik karung pasir untuk mengawasi gerilyawan Kahsmir yang sewaktu-waktu bisa muncul. Tapi daerah ini, terutama setelah banyak turis datang, semakin aman.

Bangunan yang berada di sudut jalan ini merupakan bangunan batu sederhana dengan atap miring bertingkat tradisional Kashmir. Di dalamnya ada ruang kayu kecil dengan teralis. Melalui celah-celah teralis, pengunjung dapat melihat sebuah batu nisan yang ditutupi kain hijau. Inilah makam yang mendongkrak secara mendadak kunjungan turis itu.

BBC menulis, kombinasi eklektik Kristen New Age, Muslim ortodoks dan penggemar Da Vinci Code, plus Lonely Planet, telah menyebabkan makam ini terkenal. Dan kini makam itu digembok. Sebuah diskusi besar akan digelar: benarkah Yesus menghabiskan sisa umurnya di wilayah konflik ini? Anda percaya?

Minggu, 25 April 2010

Stephen Hawking: Alien Ada Tapi Jangan Coba-coba Mengontak Mereka

 

Stephen Hawking. AP/Dave Einsel
TEMPO Interaktif, Cambridge - Aliens sangat mungkin ada di luar sana. Itu tadi kata ilmuwan terkemuka Stephen Hawking. Namun, Hawking justru wanti-wanti, bahwa kita harus tetap tenang dan berharap mereka tidak memperhatikan manusia bumi.
Dalam sebuah film dokumenter baru untuk Discovery Channel, fisikawan teoretis ini memperingatkan untuk tidak melakukan kontak dengan makhluk angkasa luar. “Manusia harus menghindari kontak dengan mereka sebagai konsekuensinya bisa menghancurkan,” ungkap Hawking.
Profesor Hawking, yang pensiun sebagai Lucasian Profesor Matematika di Universitas Cambridge tahun lalu, mengklaim kehidupan ruang angkasa seperti itu hanya akan mempermainkan sumber daya di Bumi.
"Kita hanya perlu melihat diri kita sendiri untuk melihat bagaimana kehidupan cerdas bisa berkembang menjadi sesuatu yang kita tidak ingin bertemu," katanya. "Saya membayangkan mereka mungkin ada di kapal besar, karena menggunakan semua sumber daya dari planet asal mereka.”
Hawking memperingatkan, alien yang telah maju tersebut kemungkinan akan menjadi nomaden, ingin menaklukkan dan mengkolonisasi planet apa pun yang mereka bisa jangkau. "Jika orang asing mengunjungi kita, hasilnya akan lebih seperti saat Columbus mendarat di Amerika, yang ternyata tidak baik bagi orang Amerika asli."
Film dokumenter, yang dimulai pada tanggal 9 Mei ini mengeksplorasi visi ilmuwan alam semesta asal Inggris ini.
Sementara sebagian besar makhluk asing kemungkinan semuanya adalah organisme sederhana seperti mikroba, Profesor Hawking mengatakan, mereka hanya akan mengambil beberapa yang cerdas untuk membuat bencana bagi manusia. "Untuk otak matematika saya, angka-angka saja membuat berpikir tentang alien sangat rasional," jelasnya.